Apa yang (Tidak) Perlu Dibawa Saat Berlari?

Akhir-akhir ini semakin marak terjadi tindak kriminal yang melibatkan pelari sebagai korban. Tak lagi soal penodongan di jalanan sepi, bahkan kerap terjadi perampasan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang notabene tempat ramai. Penjahat semakin berani. Pelari pun harus antisipatif, jangan membawa barang berlebihan saat berlari. Membawa terlalu banyak barang pun membuat lari tak lagi nyaman. Padahal beberapa perlu dibawa untuk kenyamanan berlari. Lalu, apa saja yang (tak) perlu dibawa?

Identitas. Tidak ada pengaruhnya dengan lari, sih. Tapi identitas ini penting di saat-saat darurat. In case of emergency, ICE. Misalnya saat ada kecelakaan atau ketika pelari kehilangan kesadaran. Gelang identitas kecemasanjuga bisa menjadi alternatif. Mungkin saat lomba lari yang well-organized tidak dibutuhkan, karena biasanya sudah tercantum di belakang nomor dada. Tapi tak ada salahnya berjaga-jaga.

iPod, atau alat pemutar musik sejenis. Pastikan terpasang dan tersimpan dengan baik agar tak menjadi sasaran perampasan. Selain itu, berhati-hati pula saat mendengarkan musik karena mengurangi kesadaran atas lingkungan sekitar. Tips detail seputar musik dan kemanan berlari bisa merujuk ke artikel berikut: Berlari dengan iPod.

Ponsel. Kalau dirasa tak terlalu penting dan mendesak, saya sarankan untuk tak membawa ponsel. Karena ponsel adalah sasaran utama pelaku perampasan. Terlebih kalau hanya sekedar dijinjing. Apalagi kalau sampai membawa tablet. Tak ada gunanya juga kan?

Penggunaan armband bisa jadi solusi membawa ponsel dengan praktis. Tapi tetap saja dalam beberapa situasi malah mengundang kriminalitas karena ponsel yang terpampang nyata bukan buaian. Pun, mengoperasikan ponsel dalam armband juga saya rasa kurang nyaman. Kalau menggunakan baju lari lengan pendek, mungkin armband bisa ditutupi dengan lengan baju supaya terkamuflase.

Saran saya, simpan ponsel di dalam kantung celana atau jaket. Atau bisa pula menggunakan tas pinggang yang memang didesain untuk berlari. Semacam SPIbelt atau FuelBelt.

Kamera. Mungkin berfoto saat berlari terlihat keren. Apalagi kalau diunggah ke social media. Tapi, apa perlu dibawa? Silakan merujuk ke ponsel: kalau tak terlalu penting, tak usah.

Jam tangan. Tentunya sebagai penunjuk waktu dan pengukur durasi lari. Bisa dikatakan sebagai hal yang perlu digunakan untuk pelari yang sangat memperhatikan timing dan kecepatan. Tapi, kalau hanya sekedar penunjuk waktu, tak perlu berlebihan dengan menggunakan jam tangan yang mewah.

Perhiasan. Entahlah, sepertinya tak ada manfaat yang didapat saat berlari ketika menggunakan perhiasan. Sebaiknya simpan saja di rumah. Pun, selain menghindari tatapan tajam para penjahat, bisa saja tercecer atau terjatuh saat berlari. Kecuali perhiasan yang mungkin punya nilai sejarah, misalnya warisan turun temurun keluarga. Tapi, sebaiknya hindari saja demi keamanan dan keselamatan.

Topi. Gunakan topi untuk menahan panas matahari, termasuk silaunya. Juga bermanfaat untuk menahan keringat yang jatuh dari kepala agar tak menuju wajah. Tapi kalau penggunaan topi dirasa malah mengganggu kenyamanan, sebaiknya jangan gunakan.

Minuman. Hidrasi sangat penting karena pelari banyak berkeringat. Tapi seperlu apakah membawa minuman? Saat lomba, biasanya minuman disediakan di water station. Pelajari lokasi-lokasi water station, jika dirasa bisa mengakomodasi kebutuhan hidrasi, tak perlu bawa botol minum sendiri. Kecuali kalau water station dirasa tidak memadai, silakan bawa minuman. Saya sendiri kurang menyukai membawa botol minum yang dipegang, sehingga lebih menyarankan untuk menggunakan botol minum yang bisa disimpan di pinggang seperti FuelBelt.

Bagaimana kalau bukan lomba? Bawa minuman! Karena hidrasi itu sebuah keharusan. Kecuali Anda sudah tahu tempat untuk mendapatkan minum dengan gampang di rute lari Anda. Pilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan.

Uang. Tak ada salahnya membawa uang pecahan yang tak terlalu besar. Bisa digunakan untuk sekedar membeli air minum di warung atau minimarket. Atau untuk pembayaran toilet umum. Bisa juga untuk ongkos transportasi publik (angkot atau bis kota, misalnya) kalau dirasa tidak bisa pulang dengan berlari.

Aksesoris gemerlap. Khusus untuk berlari di kegelapan malam atau subuh, ada baiknya menggunakan perlengkapan yang bercahaya untuk keselamatan berlari seperti AnkleLiteStay visible, stay safe. Minimal dengan menggunakan pakaian yang memantulkan cahaya. Senter pun perlu dibawa kalau jalanan gelap dan tak tampak.

Ayo lari dengan nyaman, semoga terhindar dari kejahatan.

Catatan: Artikel ini disadur dari blog Adham Somantrie.

Kontributor: Tim AyoLariin

Diskusi